Tips Memilih Sekolah

tips memilih sekolah
fuatuttaqwiyah,com

 

Tips memilih sekolah

Bagi orang tua, bulan Juni adalah bulan yang sibuk. Pasalnya bulan ini semua sibuk dengan urusan sekolah. Mulai dari mencari sekolah bagi yang mempunyai anak sudah lulus, menyiapkan pernak-pernik sekolah bagi yang naik kelas, mencari dan memberikan kenang-kenangan buat guru, wisuda sekolah, dan sebagainya. Kesibukan yang seolah tiada henti.

Pandemi tidak menjadi penghalang ketika harus berjibaku dengan urusan pendaftaran sekolah. Banyak orang tua bahkan rela berkerumun demi memastikan anaknya diterima di sekolah negeri. Hingga kini sekolah negeri masih menjadi favorit pilihan orang tua karena gratis. Urusan gratis membuat para ibu rela antre demi masuk sekolah negeri.

Mantengin penerimaan peserta didik baru (PPDB) daring memang membuat darah tinggi naik. Sekali lagi, demi anak, semua dilakukan.

Memilih Sekolah Zaman Dulu

memilih sekolah zaman dulu
wikipedia.org dan truly history of cirebon

Flashback zaman dulu, milih sekolah enggak sesusah sekarang. Asal kenal sama kepala sekolah, bisa bersekolah di sekolah yang dituju. Aku dulu masih ingat, aku masuk sekolah dititipkan sama ibu karena usiaku belum genap 6 tahun. Ibu bahkan sampai membuat perjanjian, kalau aku tidak bisa mengikuti pelajaran, tidak usah dinaikkan.

Nyatanya aku sukses menyelesaikan sekolah dasar selama 6 tahun. Kemudian lanjut sekolah di pesantren. Cara daftarnya pun sangat mudah. Tinggal membawa ijazah, mengisi formulir, dan bisa langsung masuk sekolah.

Dari Madrasah Tsanawiyah ke Madrasah Aliyah pun semua proses mudah. Aku mengurusnya sendiri tanpa keterlibatan orang tua. Begitu juga ketika kuliah. Aku benar-benar mandiri. Orang tua hanya tahu mengeluarkan uang untuk membayar sekolah. Alangkah mudahnya zaman itu.

Tips Memilih Sekolah Zaman Sekarang

Mencari sekolah zaman sekarang tidak semudah dulu. Daring ternyata tidak membuat pendaftaran sekolah menjadi mudah. Justru masih banyak orang tua yang tidak bisa mengikuti PPDB daring. Terlebih tutorial mengenai hal itu sangat minim.

Hal ini diperparah dengan sistem zonasi. Sistem ini di satu sisi bagus karena unsur pemerataan. Anak bisa memilih sekolah yang dekat dengan rumah. Namun, di sisi lain, banyak anak terpental dari sekolah dekat rumah karena persoalan zonasi.

memilih sekolah zaman sekarang
perokokv.blogspot.com dan SMK Ibrahimy I Sukorejo Situbondo

 

Mencari Informasi Sekolah

Mencari informasi sekolah usahakan dilakukan setahun sebelum anak mulai sekolah. Hal ini akan mempermudah ketika tahun berikutnya anak sekolah. Orang tua tidak perlu pusing tujuh keliling dan harus minum obat pusing.

Apa saja yang perlu diketahui ketika memilih sekolah?

  • Lokasi

Lokasi menjadi pertimbangan utama. Terutama untuk anak PAUD, TK, dan SD. Sekolah yang dekat dengan rumah tentu sangat menyenangkan. Orang tua tidak perlu direpotkan dengan antarjemput dari dan ke sekolah. Selain itu, anak bisa berangkat sendiri ketika sudah agak besar.

Selain itu, sesekali orang tua dan anak bisa ke sekolah dengan jalan kaki. Anak pun tidak gampang capek dan tetap bisa main dengan teman-temannya.

Untuk yang sudah SMP atau SMA pilihan sekolah bisa lebih jauh dari rumah. Selain melatih kemandirian, disiplin, tanggung jawab, anak juga belajar mengenal lingkungan sekitar rumah dan sekolah.

  • Pilihan Sekolah

Pilihan sekolah saat ini adalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dengan plus dan minusnya sebagian orang tua pun memilih sekolah berasrama atau pondok pesantren untuk pendidikan anak-anaknya.

Sebelum memutuskan sekolah yang mana, sebaiknya kenali lebih dekat bentuk sekolah yang akan dituju. Tentu dengan plus dan minusnya. Misalnya sekolah  negeri, sekolah swasta, sekolah berasrama, sekolah di pesantren.

Dewasa ini sudah banyak sekolah berasrama atau pondok pesantren yang menawarkan pendidikan yang berlualitas.

  • Bujet

    bujet memilih sekolah
    Image by Nattanan Kanchanaprat from Pixabay

Bujet termasuk hal yang paling menentukan ketika akan memilih sekolah. Pertimbangan utamanya adalah keberlangsungan pendidikan. Sebagian orang tua mungkin mampu memberikan pendidikan bagus degan biaya mahal di tahun pertama. Namun, bagaimana dengan tahun kedua dan seterusnya?

Bagiku, sekolah adalah investasi panjang berkelanjutan. Jangan sampai karena pilihan yang salah, pendidikan anak kandas di tengah jalan.

Pendidikan murah pun banyak yang menghasilkan lulusan terbaik kok. Semua kembali ke diri masing-masing. Tergantung usaha sang anak meraih kesuksesan dalam pendidikan.

Bagi orang tua, mulailah menyiapkan dana pendidikan anak sejak anak lahir. Bisa melalui tabungan rencana, menabung emas, dan sebagainya. Dengan menabung sejak anak kecil, pas anak sekolah tidak kelimpungan menyiapkan dana pendidikan.

  • Sekolah Tanpa Kekerasan

Jujur, aku sangat peduli dengan hal ini. Karena kekerasan bisa menimbulkan trauma berkepanjangan. Baik kekerasan fisik maupun verbal. Dalam pencarian informasi sekolah, pasti bisa dilacak bagaimana track record sekolah. Apakah termasuk sekolah yang ramah anak atau sebaliknya.

Sebagai pendidik, aku tidak ingin anak-anak mengalami perundungan sekecil apa pun. Pengaruh pendidikan secara daring memang bisa membuat hal ini terjadi. Terlebih bila terbiasa berkata kasar di media sosial. Oleh karena itu, sebelum memasukkan anak ek sekolah tertentu, pastikan anak aman.

Selain itu, cek juga peraturan sekolah. Apakah peraturan sekolah melarang perundungan atau justru membiarkan? Bagaimana solusi dari sekolah ketika ada kasus perundungan di sekolah?

Hal ini mungkin luput dari perhatian orang tua, padahal ini termasuk hal penting lho. Jangan sampai anak kita mengalami kekerasan baik di sekolah maupun pondok pesantren.

  • Ajak Anak Diskusi Tentang Sekolah

Libatkan anak sejak dini ketika memilih sekolah. Berikan informasi yang benar mengenai pilihan sekolah. Tentu dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak-anak. Diskusi tentang sekolah bisa dilakukan untuk anak kelas 6 SD, kelas 3 SMP, dan kelas 3 SMA.

Hal ini juga yang dilakukan kakakku, Mbak Nurul terhadap anak bungsunya, Izam. Mbak Nurul mengajak Izam diskusi berhari-hari tentang sekolah. Terlebih ketika sang anak memilih pesantren. Mbak Nurul mencari pesantren yang dirasa cocok untuk anak laki-lakinya.

  • Survei Sekolah

Orang tua bisa survei ke sekolah yang dipilih. Melihat sekolah dari dekat sehingga bisa mengecek fasilitas yang bisa diberikan kepada anaknya. Tentu fasilitas yang bisa menunjang pertumbuhan fisik dan jiwanya.

Ketika survei sekolah, anak boleh diajak lho. Siapa tahu anak berubah pikiran menjadi semakin mantap atau sebaliknya. Ini juga kulakukan ketika memilihkan sekolah buat adikku bertahun silam.

Kuajak adikku berkunjung ke pesantren di Situbondo sebelum memutuskan sekolah di sana. Saking betahnya, adikku malah sekarang mengabdi di pesantren tersebut dan menjadi kesayangan pemimpin pesantren.

Apa pun pilihan sekolah untuk anak, usahakan mereka terlibat. Karena ketika dilibatkan mereka akan belajar tanggung jawab dengan pilihannya. Semoga kita bisa memberikan pendidikan yang terbaik buat anak-anak.

“Artikel ini dibuat untuk memenuhi tantangan Pasukan Blogger Joeragan Artikel bulan (Juni) 2021, tema “Memilih Sekolah”.

1 Shares:
4 comments
  1. Nah, iya betul. Masalah bujet ini penting agar pendidikan anak2 bisa berkelanjutan. Saya pribadi karena berprinsip ilmu tidak harus berasal dari sekolah, jadi cenderung memilih sekolah yg biasa saja, namun menambah belajar di luar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like