Senandung Cinta di Taman Hati, Cara Baru Mengabadikan Cinta Kepada yang Tercinta

cover buku senandung cinta di taman hati

Cinta abadi di sanubari. Tak kan lekang oleh apa pun jua.

Spesifikasi Buku

Judul buku: Senandung Cinta di Taman Hati

Penulis: Fuatuttaqwiyah El-adiba, dkk.

ISBN: 978-623-6744-70-3

Ukuran 14X20 cm

Jumlah halaman: 190

Penerbit: Azkiya Publishing

Ada banyak cara untuk mengabadikan cinta ataupun mengekspresikan cinta kepada yang tercinta. Kali ini Nderes Literasi menghadirkan surat dan puisi cinta sebagai sarana mengungkapkan cinta.

Mengapa Surat

Alasan menggunakan surat karena sudah jarang orang menggunakan media tersebut. Terlebih dengan maraknya aplikasi media sosial dan platform. Orang tinggal menulis di aplikasi/platform dan langsung terkirim kepada orang yang dituju.

Zaman dulu surat menjadi media komunikasi yang efektif, bahkan tiada komunikasi tanpa surat. Orang-orang dulu begitu piawai merangkai kata dan kalimat. Mulai dari diksi sederhana hingga berbunga-bunga. Untuk menulis selembar surat cinta bisa membutuhkan kertas banyak yang dibuang di tempat sampah. Sementara yang dikirim hanya satu lembar.

Usaha menulis surat menggunakan bolpoin atau tinta celup membutuhkan ketenangan. Tulisan pun harus terlihat rapi dan bisa dibaca. Dulu, orang terbiasa menulis tangan dengan huruf tegak bersambung. Keterampilan ini sekarang sudah tidak dimiliki oleh anak muda sekarang.

Para Penulis

  1. ‘Alimah Tina
  2. Ade Tauhid
  3. Atik Setyawati
  4. Ceskha Nur Rina
  5. Dede Sumiati
  6. Eda Erfauzan
  7. Efi R Suwandy
  8. Ela Ummu Khadijah
  9. Ety Nayra
  10. Fuatuttaqwiyah El-adiba
  11. Hamni Azmi
  12. Isna Aina Hidayati
  13. Nila Niswah
  14. Noviyan Budhi
  15. Nurul Erviyani
  16. Oemy Ikbar
  17. Qorri Aina
  18. Ratuning Buwana
  19. Rizki Aulia
  20. Rohmah Rahmawati
  21. Santi D. Pratiwi
  22. Siti Maulina
  23. Susi Hasan
  24. Syamsidar Masse
  25. Tien Izzamadinah
  26. Umi Hani
  27. Utami Nilasari
  28. Yugi Dewiratih
  29. Yunita Soekandar

Proses Penulisan Buku

Naskah yang ada di buku ini merupakan tulisan event 29 Hari Tantangan Menulis (HTM) Nderes Literasi pada bulan Februari 2020. Jumlah pesertanya sangat banyak. Namun, satu per satu gugur.

Penerbitan Buku

Buku Senandung Cinta di Taman Hati, akhirnya bisa diterbitkan pada bulan Desember 2020. Semua penulis wajib membeli buku 2 eksemplar. Beberapa penulis bahkan bisa menjual lebih dari yang wajib. Hal ini menjadi bukti bahwa buku surat cinta dan puisi cinta masih diminati pembaca.

Cuplikan Surat Cinta

buku senandung cinta di Taman Hati

Kepada Mas Tersayang

Oleh Fuatuttaqwiyah

Surabaya, 8 Februari 2020,

Ucapan cinta tak cukup mewakili rasa di hati. Sekian hari yang terlewat seolah menjadi saksi bagaimana perjalanan biduk rumah tangga kita. Aku yang terbiasa mandiri, mendapat lawan seimbang. Adaptasi menjadi kunci persatuan dua hati.

Andai waktu bisa diputar, ingin rasanya kembali ke masa sekolah dulu. Kita pernah satu sekolah. Aku mengenal Mas. Nama Mas sering disebut Pak Kiai. Sosok Mas memang sudah tidak asing di mataku.

Kuliah pun kita di tempat yang sama. Hanya beda fakultas. Aku anggap Mas ya hanya seperti mahasiswa lainnya. Kala itu belum ada hasrat untuk mengenal lebih jauh. Target lulus kuliah ada di depan mata.

selanjutnya ada di buku Senandung Cinta di Taman Hati. 

 

Puisi Cinta

Untukmu Sang Jiwa

Oleh  Hamni Azmi

 

Mengenalmu hanya sebatas nama

Tak pernah terbayang akan menjadi pendamping jiwa

Namun Allah tentukan sebuah nama

Menjadi pendamping hidup hingga kelak menua

Engkau terpilih dari sekian nama yang pernah ada

Begitu pun aku, engkau pilih dari nama yang telah ada

Hingga kauucap janji di hadapan Allah Azza wajalla

Akan menjaga hati hingga ke surga 

Tak aral pertengkaran tak dapat ditampikkan

Ada kebencian,  marah,  kesal,  bahkan keinginan untuk meninggalkan

Karena kebersamaan ini bukan hanya sebatas raga

Karena kebersamaan ini bukan hanya nafsu belaka

Maka kembalilah jiwa menemui raganya

Maka bersatulah lagi hatinya

Setiap pernikahan selalu diwarnai pernik pertikaian 

Namun, setiap pertikaian melahirkan cinta dan sayang yang semakin mendalam

Cinta kita bukan lagi sekedar cinta di dunia

Namun cinta sesungguhnya yang akan membawa ke surga-Nya

(bersambung di buku)

selanjutnya ada di buku Senandung Cinta di Taman Hati.

Keunikan Buku

buku senandung cinta di taman hati-2

Ada 38 puisi dan surat cinta. Puisinya ada yang pendek dan ada yang panjang. Begitu juga surat cintanya. Surat cinta ada yang ditujukan kepada suami, kekasih, anak, ibu, maupun bapak. Puisi cinta juga sama. Intinya untuk yang tercinta.

Diksi yang digunakan pun sederhana. Bukankah cinta tidak memerlukan kata yang rumit? Sederhana, tetapi bermakna.

Segmen Buku

Buku ini bisa dibaca oleh remaja hingga manula. Jadi, para remaja sudah bisa diajarkan cara mengungkapkan cinta melalui surat maupun puisi. Terutama buat orang tua dan teman.

Belajar Menulis Surat

Menulis surat itu mudah kok. Namun, harus dilatih agar bahasa yang digunakan bisa memahamkan dan tidak menimbulkan multitafsir. Kata yang disusun pun  tidak perlu rumit. Cukup yang sederhana dan pendek.

Panggilan sayang diperbolehkan, asal tidak terlalu banyak. Cukup diberikan di awal maupun akhir. Kalau terlalu banyak jadi banir dan enggak elok dibaca.

Belajar Menulis Puisi Cinta

Menulis puisi cinta pun perlu latihan. Enggak ada pujangga langsung jadi. Ya, harus corat coret tulisan dulu dipindah ke laptop atau komputer. Mengepaskan rima, diksi perlu banyak latihan. Walau rima tidak termasuk dalam kaidah penulisan puisi modern. Puisi modern cenderung bebas.

Nah, bagi pembaca yang tertarik mengoleksi buku Senandung Cinta di Taman Hati, langsung ke wa.me/6285820123217. Siapa tahu mau belajar jadi pujangga. Yuk, ditunggu!

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like