Pengalaman Perdana Menjadi Pembicara Studium General di UIN Antasari Banjarmasin

flyer studium generale uin antasari

 

Menjadi pembicara dalam stadium general sama sekali tidak pernah ada dalam benakku, bahkan di mimpiku. Walau aku pernah menulis di buku Mengawal Mimpi 2020 tentang keinginan menjadi pembicara dalam seminar menulis.

Ngampus Lagi

Balik ke kampus adalah impian lama yang sudah kupendam. Hasrat ingin kuliah memang masih menggebu, walau usia sudah tidak muda lagi. Namun, prioritas tahun ini bukanlah kuliah. Ada pekerjaan besar yang harus kutunaikan sehingga lagi-lagi keinginan kuliah hanya sebatas angan saja.

Siapa sangka cita-cita kuliah ternyata terwujud di tahun ini. Bukan sebagai mahasiswa S-2, tetapi pembicara dalam studium general. Sesuatu yang luar biasa dan di luar batas logika. Allah mengijabah doaku entah yang ke berapa (saking banyaknya doa yang kupinta kepada-Nya).

Undangan dari Pak Dosen

Jauh sebelum acara berlangsung, aku memang mendapatkan telepon dari Pak Dosen Hudaya terkait acara seminar. Kupikir seminar menulis biasa atau webinar seperti yang sering kuikuti. Ternyata acaranya lebih besar dari bayanganku.

Aku harus berbicara di depan mahasiswa baru dan lama. Temanya tentang menulis. Aku sendiri masih bingung dengan tema yang akan kubawakan. Beruntung Pak Dekan memberikan usulan. Jadilah tema “Menulis dengan Asik”.

Praacara

Ketika hari H sudah ditentukan, yang kulakukan adalah meramu materi. Coret-coretan kubuat. Pertama kubuat di buku tulis dalam bentuk draft kasar. Tentu berdasarkan yang sudah kulakukan selama ini. Based on practices.

Berhubung masih draft kasar, ya sudah apa adanya. Aku belum mengurutkannya. Kupikir masih ada waktu untuk memperbaikinya.

Dua hari menjelang acara, aku baru membaca kembali draftku. Ternyata sangat berantakan. Perlahan kususun agar mudah dipahami audiens. Slide harus padat, singkat, dan jelas. Itu yang kupahami dari webinar membuat slide.

Kubongkar semua materi, kutempatkan diriku sebagai orang awam, bukan pembicara. Dari sisi pembaca, akhirnya aku menemukan hal-hal yang kurang pas. Kuubah beberapa kata hingga bisa bisa langsung memahamkan kepada audiens.

Jelang Acara

Deg-degan itu kurasakan. Zikir dan doa kulantukan selalu agar acara di hari H berjalan lancar. Aku sampai membuat status di akun Facebook Fuatuttaqwiyah El-adiba dan IG Fuatuttaqwiyah meminta doa kepada teman-teman di dunia maya. Tujuannya sama agar acara hari H berjalan lancar.

Hari H

gayaku saat memberikan materi Menulis itu Asyik

Perbedaan waktu 1 jam (wita) membuatku bersiap lebih awal. Hari Sabtu yang biasanya santai menjadi hari yang sibuk. Mulai pagi sudah mandi, sarapan (kali ini dibuatin sama mas suami), lalu berdandan. Enggak mungkin juga kan mengisi acara dengan penampilan biasa, apalagi ini sangat istimewa. Tampil perdana di depan akademisi UIN Antasari Banjarmasin.

Studium Generale dilaksanakan tanggal 18 September 2021 pukul 09.00-12.00 wita via zoom dan disiarkan secara langsung di Youtube UPM FTK UIN Antasari.

Gangguan Teknologi

Jelang acara, tiba-tiba laptopku eror. Perangkat yang biasanya aman-aman saja, tiba-tiba enggak bisa diajak kompromi. Aku sampai minta tolong ke suami untuk membetulkan laptopku.

Kendala kusampaikan ke panitia. Sebagai antisipasi kuminta panitia untuk membantu shared screen materi yang sudah kukirim. Kubuka hp dan mengaktifkan zoom meeting.

Acara pembukaan berjalan lancar. Aku masih menggunakan gawai sebagai perangkat zoom. Sebagai antisipasi batere gawai yang cepat habis, kupersiapkan power bank di samping handphone.

Sambutan Bu Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Aku menyimak dengan saksama apa yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Antasari Banjarmasin, Ibu Prof. Dr. Hj. Juairiah, M.Pd. Minimal aku tahu apa yang beliau harapkan dari penyelenggaran studium generale itu.

Pengetahuan Baru dari Bu Dekan FTK

Ibu Juairiah menjelaskan tentang flyer yang diterima dari panitia. Ternyata ada dua flyer. Flyer pertama bertema “Menulis itu Asik” dan flyer kedua bertema “Menulis itu Asyik”. Ketika menerima flyer aku tidak berpikiran bahwa asik dan asyik adalah hal yang berbeda. Pemahamanku asik itu bentuk tidak baku dari asyik.

Penjelasan Ibu Juairiah membuka mataku. Ternyata asik mempunyai arti luhur, mulia, utama, adiluhung, besar, fadil, terhormat, super, mahardika, tinggi, terkemuka, unggul, dan sani. Sementara pemahamanku asyik adalah sibuk, terikat hatinya, senang, cinta kasih, sangat suka (gemar).

 

Materi

Aku memilih tema “Menulis itu Asyik” karena bagiku menulis harus menyenangkan, tanpa beban, dan mengalir. Soalnya menulis dengan beban itu berat. Menulis bila dijalani dengan asyik bisa membuat hati senang dan mendapatkan cuan.

Slide materi aku dibantu oleh moderator, Ibu Murniyati Ismail dari Kaprodi Pendidiakan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Kebetulan panitia acara memang dari prodi PIAUD.

moderator Studium Generale-UIN Antasari
Ibu Murniyanti, moderator Studium generale UIN Antasari

Slide berjalan lancar dengan dibantu Ibu Murniyati. Kujelaskan materi secara perlahan. Ini masih materi awal alias prolog dari menulis. Karena pihak panitia memang meminta seperti itu. Memotivasi mahasiswa dan dosen untuk menulis sebagai persiapan akreditasi Kampus UIN Antasari Banjarmasin.

Peserta Zoom

Zoom dihadiri oleh mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin, alumni, dosen, tamu undangan dari prodi lain, dan tamu undangan lainnya, bahkan ada dosen dari Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan. Jumlah peserta yang hadir mencapai 159 orang dan 50 orang di Youtube. Angka yang luar biasa.

Pertanyaan Peserta

Sesi tanya jawab pun berlangsung seru. Semua pertanyaan bisa kujawab. Kebetulan pertanyaan seputar dunia menulis yang sudah kujalani bertahun-tahun. Aku sempat khawatir mendapatkan pertanyaan yang sulit. Ternyata semua pertanyaan sudah pernah kulakukan di awal menulis.

Misalnya tentang menulis dan bakat, membangun kepercayaan diri dalam menulis, motivasi menulis, inspirasi menulis, hal-hal yang dilakukan sebelum menulis, konsisten menulis, dan mengawali menulis.

Sesi pertanyaan ada 2 model, menulis di kolom komentar dan secara langsung. Ibu Surajiah mengawali pertanyaan dan ditutup oleh ibu Murniyanti selaku moderator.

Penutup

closing Studium Generale UIN Antasari

Enggak terasa 3 jam berlalu. Saatnya penutupan. Pesanku, “Menulis saja dulu. Sering menulis akan membuat tangan dan pikiran terlatih. Latihan terus menerus akan membuat seseorang bisa jadi penulis.

Harapanku semoga dari UIN Antaari Banjarmasin akan lahir para penulis hebat. Amin.

Surabaya, 26 September 2021.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like